Presensi yang ada wajahnya, bukan cuma nama dan jam
Tiap anak yang lewat gerbang difoto — lewat pengenalan wajah, kartu RFID, atau QR. Kartu yang dititipkan langsung ketahuan, dan rekap bulanannya keluar sendiri, tinggal ditandatangani.
- Paket dasar Rp0, tanpa langganan
- Tetap jalan saat internet mati
- Data tidak keluar dari sekolah
Berapa jam habis untuk rekap presensi bulan lalu?
Ditulis dua kali
Guru piket mencatat di buku tiap pagi, lalu isinya diketik lagi ke komputer. Satu pekerjaan, dikerjakan dua kali.
Dihitung ulang tiap akhir bulan
Wali kelas menghitung hadir, terlambat, izin, sakit, dan alpa satu per satu. Satu baris yang terlewat baru ketahuan waktu rapor.
Kartu bisa dititipkan
Kalau catatannya cuma nama dan jam, tidak ada yang bisa memastikan yang menempel kartu memang anaknya.
Satu aplikasi untuk seluruh alur presensi
Dari kartu siswa dicetak sampai laporan ditandatangani kepala sekolah.
Satu layar penuh dipasang di gerbang. Siswa menempel kartu RFID atau memindai QR — boleh dua-duanya sekaligus. Jam masuk dan jam pulang tercatat sendiri, terpisah.
Anak cukup menghadap kamera, tanpa mengeluarkan apa pun dari tas. Kanal ketiga di samping kartu, bukan penggantinya: wajah yang gagal dikenali tidak menahan siapa pun — layar tinggal meminta tap kartu.
Tiap anak yang lewat difoto, jadi tiap catatan ada wajahnya. Fotonya tersimpan di komputer sekolah dan hanya bisa dibuka lewat tautan yang mati sendiri beberapa menit kemudian.
Rekap harian dan bulanan bisa diunduh jadi file Excel, atau langsung dicetak berkop sekolah lengkap dengan kolom tanda tangan. Salah catat cukup diperbaiki satu baris, tidak perlu menghitung ulang sekelas.
Surat izin dicatat sekali, lalu ikut sendiri ke rekap bulanan. Daftar libur nasional masuk sekali klik, jadi hari libur tidak terhitung bolos sekelas.
QR dibuat otomatis dari data siswa yang sudah masuk, dan halaman kartunya tinggal ditekan cetak. Tidak perlu menunggu pesanan kartu dari luar sebelum gerbang mulai jalan.
Guru mengisi presensi per mata pelajaran, terpisah dari gerbang. Anak yang masuk pagi tapi hilang di jam ketiga jadi kelihatan.
Bilik suara di layar: siswa dikenali lewat kartu, QR, atau wajahnya yang sama seperti di gerbang, lalu memilih sendiri. Satu anak satu suara — dan siapa memilih siapa tidak dicatat di mana pun. Hasilnya keluar begitu pemilihan ditutup, lengkap dengan berita acara berkop sekolah.
Tiga langkah sampai jalan
- 1
Data siswa masuk
Unggah satu file Excel berisi seluruh siswa, lalu cetak kartunya. Kalau sekolah memakai pengenalan wajah, tiap anak difoto sebentar di ruang guru — dan itu baru boleh setelah walinya menyetujui.
- 2
Pasang stasiun gerbang
Cukup satu layar dengan kamera, ditambah alat pembaca kartu kalau sekolah memakai kartu tempel. Petugas membuka halaman scan sekali, sisanya berjalan sendiri sepanjang pagi.
- 3
Rekap keluar sendiri
Wali kelas dan kepala sekolah tinggal membuka laporannya kapan pun. Tidak ada lagi rekap manual di akhir bulan.
Paket dasarnya gratis, selamanya
Seluruh alur presensi gerbang — kartu RFID, QR, foto bukti, izin dan libur, laporan harian dan rekap bulanan — Rp0, tanpa langganan bulanan. Tiga fitur tambahan dibayar sekali per tahun, dan sekolah yang tidak membutuhkannya tidak kehilangan apa pun. Setiap pemasangan baru dapat masa coba 30 hari yang membuka semuanya, jadi sekolah menilai fitur berbayarnya sebelum memutuskan.
Scan gerbang lewat kartu RFID maupun QR, foto bukti tiap tap, izin dan sakit, hari libur, kartu siswa, laporan harian, rekap bulanan berkop sekolah, dan ringkasan harian.
Pengenalan wajah di gerbang, presensi per mata pelajaran, dan pemilihan OSIS. Ketiganya berdiri sendiri — sekolah boleh mengambil salah satu. Batas jumlah siswa juga ditetapkan di sini; sekolah besar tinggal menyebut angkanya waktu memesan.
Kalau sekolah mau memakai kartu tempel, yang perlu dibeli alat pembaca RFID dan kartu kosongnya — sekali beli, dari toko mana pun, dan bukan lewat kami. Belum siap membeli? Mulai dari QR: kartunya dibuat aplikasi dan tinggal dicetak sendiri.
Tidak mau mengurus komputernya sendiri? Aplikasinya bisa kami pasang di server sewaan dengan domain sekolah sendiri, lengkap dengan cadangan harian dan pembaruan — biayanya mengikuti sewa server, ditagih setahun sekali. Dua konsekuensinya kami sebut di depan: foto anak pindah ke server itu, dan gerbang jadi bergantung pada internet sekolah. Keduanya tidak berlaku kalau aplikasinya duduk di komputer sekolah sendiri.
Dibuat untuk kondisi sekolah, bukan kantor startup
Jalan di komputer sekolah
Satu komputer biasa dengan RAM 4 GB sudah cukup untuk 1.500 siswa. Kalau sekolah lebih suka, bisa juga dipasang di server sewaan.
Data tinggal di sekolah
Foto anak, data wajahnya, dan seluruh datanya ada di komputer sekolah. Tidak ada satu pun yang dikirim ke layanan pengenalan wajah milik perusahaan lain.
Tanpa kartu pun jalan
Alat pembaca kartu RFID tinggal dicolok, tanpa program tambahan. Belum punya kartu? Mulai dari QR yang dicetak sendiri — itu sudah termasuk paket dasar, tanpa membeli alat apa pun.
Tiga peran, hak akses jelas
Admin, guru (wali kelas hanya melihat kelasnya sendiri), dan petugas gerbang. Satu akun tidak bisa melihat yang bukan urusannya.
Coba dulu dengan data satu kelas
Kami pasang di komputer sekolah, isi data satu kelas, dan jalankan presensi sungguhan selama sepekan. Masa cobanya 30 hari dengan fitur berbayar ikut menyala, jadi yang dipertaruhkan sekolah cuma waktu — kalau tidak cocok, tidak ada yang terlanjur dibeli.
Minta uji coba sepekan